
PRINSIP-PRINSIP RASULULLAH
SAW DALAM MENEMPUH
KEHIDUPAN
Ma’rifat adalah modalku, akal adalah asal-muasal agamaku, rasa cinta adalah alasanku, rindu adalah kendaraanku, dzikrullah adalah kesenanganku, percaya diri adalah perbendaraanku, sedih adalah rekanku, ilmu adalah senjataku, sabar adalah pakaianku, zuhud adalah pekerjaanku, ridha adalah keuntunganku, yakin adalah kekuatanku, kejujuran adalah penolongku, taat adalah kecintaanku, jihad adalah akhlakku, dan kebahagiaanku adalah shalat.”
MENGENAL ALLAH
Pada satu ketika ada seorang bertanya kepada Abu Bakar Assiddiq Radhiallahu ‘anhu, “Wahai shahabi, bagaimana Anda dapat mengenal Robbmu?” Abu Bakar menjawab, “Aku mengenal Robbku dengan perantaraan Robbku. Kalau tidak karena Robbku, aku tidak akan mungkin mengenal-Nya.”
Orang itu bertanya lagi, “Bagaimana Anda mengenal Robbmu?” Abu Bakar menjawab, “Apa yang tidak mampu dicapai adalah suatu penyampaian, dan meneliti zat Allah adalah kemusyrikan.”
SESUATU YANG PALING MULIA
Dari ibnu Abbas Ra diriwayatkan, telah bersabda Rasulullah Saw:
- Kimanan yang paling mulia ialah memberi keamanan kepada manusia dari perangaimu;
- Keislaman yang paling mulia ialah menyelamatkan manusia dari lidah dan tindakanmu;
- Hijrah yang paling mulia ialah hijrah dari berbagagai keburukan;
- Jihad yang paling mulia ialah menewaskan kudamu di medan jihad;
- Juhud yang paling mulia adalah jika kalbumu bisa ditenangkan oleh rezeki yang diberikan kepadamu;
- Permohonan yang paling mulia yang kamu panjatkan kepada Allah Azza wa Jalla ialah memohon afiyat dalam agama dan dunia.
TANGAN YANG BERGANTUNGAN
Diriwayatkan oleh Al Hafizh Al Baihaqi dari Khabab bin Yasaf. Katanya, “Aku dan seorang dari kaumku datang menemuhi Rasulullah Saw dalam sebuah penyerbuannya. Lalu kami berkata kepada beliau, “Ya Rasulullah, kami ingin berperang bersama engkau.” Rasulullah bertanya, “Apakah kalian sudah islam?” Kami jawab, “Belum.” Rasulullah kemudian berkata, “Kami tidak minta bantuan orang musyrik dalam memerangi kaum musyrikin.” Lalu kami pun masuk islam dan berperang bersama beliau dalam sebuah peperangannya. Tiba-tiba aku terkena pukulan yang keras pada pundakku sehingga salasatu tanganku bergantungan dari persendiannya. Aku datang menemui Rasulullah, lalu beliau meludahi dan menyambung kembali tanganku yang bergelantungan itu, sehingga aku dapat membunuh orang yang telah memukulku.”
MEMBACA DAN BERPIKIR
Pada suatu ketika Bilal bin Rabah Ra pergi ke masjid Rasulullah Saw untuk mengumandangkan adzan Fajar. Tiba-tiba ia menemukan Rasulullah sedang menangis tersendu-sendu di sana. melihat Rasulullah dalam keadaan demikian Bilal bertanya, “Apa yang membuat baginda sedih, ya Rasulullah?”
Rasulullah menjawab, “Ya Bilal …, pada malam ini telah diturunkan sebuah ayat kepadaku. Celakalah orang-orang yang membacanya tapi tidak mau memikirkannya. Firman Allah Ta’ala itu ialah:
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” (Ali Imran 190)
BERSUJUD LAMA SEKALI
Pada suatu hari seorang shahabi yang mulia, Abdurrahman bin Auf Ra melihat Rasulullah Saw bersujud lama sekali di tengah-tengah kebun korma. Lalu Abdurrahman bin Auf berdiri menantikan sampai Rasulullah mengangkat kepalanya dari sujudnya, dan kemudian dia berkata, “Ya Rasulullah, engkau, bersujud lama sekali sehingga aku mengira Allah Ta’ala telah mencabut rohmu. Mengapa engkau melakukan hal yang demikian?”
Rasulullah Saw menjawab, “Ya Abdurrahman, Jibril telah datang kepadaku, lalu ia berkata, “Allah Assalam mengucapkan salam kepadamu, dan menyatakan juga,siapa yang bershalawat kepadamu, Aku akan bershalawat kepadanya.” Lalu aku bersujud atas syukurku kepada Allah.”
SAW DALAM MENEMPUH
KEHIDUPAN
Ma’rifat adalah modalku, akal adalah asal-muasal agamaku, rasa cinta adalah alasanku, rindu adalah kendaraanku, dzikrullah adalah kesenanganku, percaya diri adalah perbendaraanku, sedih adalah rekanku, ilmu adalah senjataku, sabar adalah pakaianku, zuhud adalah pekerjaanku, ridha adalah keuntunganku, yakin adalah kekuatanku, kejujuran adalah penolongku, taat adalah kecintaanku, jihad adalah akhlakku, dan kebahagiaanku adalah shalat.”
MENGENAL ALLAH
Pada satu ketika ada seorang bertanya kepada Abu Bakar Assiddiq Radhiallahu ‘anhu, “Wahai shahabi, bagaimana Anda dapat mengenal Robbmu?” Abu Bakar menjawab, “Aku mengenal Robbku dengan perantaraan Robbku. Kalau tidak karena Robbku, aku tidak akan mungkin mengenal-Nya.”
Orang itu bertanya lagi, “Bagaimana Anda mengenal Robbmu?” Abu Bakar menjawab, “Apa yang tidak mampu dicapai adalah suatu penyampaian, dan meneliti zat Allah adalah kemusyrikan.”
SESUATU YANG PALING MULIA
Dari ibnu Abbas Ra diriwayatkan, telah bersabda Rasulullah Saw:
- Kimanan yang paling mulia ialah memberi keamanan kepada manusia dari perangaimu;
- Keislaman yang paling mulia ialah menyelamatkan manusia dari lidah dan tindakanmu;
- Hijrah yang paling mulia ialah hijrah dari berbagagai keburukan;
- Jihad yang paling mulia ialah menewaskan kudamu di medan jihad;
- Juhud yang paling mulia adalah jika kalbumu bisa ditenangkan oleh rezeki yang diberikan kepadamu;
- Permohonan yang paling mulia yang kamu panjatkan kepada Allah Azza wa Jalla ialah memohon afiyat dalam agama dan dunia.
TANGAN YANG BERGANTUNGAN
Diriwayatkan oleh Al Hafizh Al Baihaqi dari Khabab bin Yasaf. Katanya, “Aku dan seorang dari kaumku datang menemuhi Rasulullah Saw dalam sebuah penyerbuannya. Lalu kami berkata kepada beliau, “Ya Rasulullah, kami ingin berperang bersama engkau.” Rasulullah bertanya, “Apakah kalian sudah islam?” Kami jawab, “Belum.” Rasulullah kemudian berkata, “Kami tidak minta bantuan orang musyrik dalam memerangi kaum musyrikin.” Lalu kami pun masuk islam dan berperang bersama beliau dalam sebuah peperangannya. Tiba-tiba aku terkena pukulan yang keras pada pundakku sehingga salasatu tanganku bergantungan dari persendiannya. Aku datang menemui Rasulullah, lalu beliau meludahi dan menyambung kembali tanganku yang bergelantungan itu, sehingga aku dapat membunuh orang yang telah memukulku.”
MEMBACA DAN BERPIKIR
Pada suatu ketika Bilal bin Rabah Ra pergi ke masjid Rasulullah Saw untuk mengumandangkan adzan Fajar. Tiba-tiba ia menemukan Rasulullah sedang menangis tersendu-sendu di sana. melihat Rasulullah dalam keadaan demikian Bilal bertanya, “Apa yang membuat baginda sedih, ya Rasulullah?”
Rasulullah menjawab, “Ya Bilal …, pada malam ini telah diturunkan sebuah ayat kepadaku. Celakalah orang-orang yang membacanya tapi tidak mau memikirkannya. Firman Allah Ta’ala itu ialah:
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” (Ali Imran 190)
BERSUJUD LAMA SEKALI
Pada suatu hari seorang shahabi yang mulia, Abdurrahman bin Auf Ra melihat Rasulullah Saw bersujud lama sekali di tengah-tengah kebun korma. Lalu Abdurrahman bin Auf berdiri menantikan sampai Rasulullah mengangkat kepalanya dari sujudnya, dan kemudian dia berkata, “Ya Rasulullah, engkau, bersujud lama sekali sehingga aku mengira Allah Ta’ala telah mencabut rohmu. Mengapa engkau melakukan hal yang demikian?”
Rasulullah Saw menjawab, “Ya Abdurrahman, Jibril telah datang kepadaku, lalu ia berkata, “Allah Assalam mengucapkan salam kepadamu, dan menyatakan juga,siapa yang bershalawat kepadamu, Aku akan bershalawat kepadanya.” Lalu aku bersujud atas syukurku kepada Allah.”




